Rindu Kakak!

11.53 2 Comments A+ a-

Semoga Kakak membaca tulisan ini, ya.


Pada akhirnya Kakak menegur saya. Tahu tidak Kak, saya amat merindukan Kakak!

Saya sudah berharap Kakak datang di acara saya dua minggu lalu. Namun Kakak masih sama seperti dahulu, manja, tidak mau bersusah payah datang ke Jakarta. Karena itu saya sempat kehilangan perasaan sama Kakak. Saya tidak suka lelaki manja, Kak!

Saya sempat menyukai teman lelaki saya yang lain. Tapi tidak sampai sehari, saya kembali mengharapkan Kakak. Saya rindu kebersamaan kita dahulu.

Kak, awal Juni kemarin si Om itu bilang. Katanya Kakak suka sama saya sejak pertemuan di bulan Maret tahun lalu, ya? Tapi mengapa Kakak tidak ingin mengungkapkannya langsung kepada saya?

Semalam saya mendapatkan mimpi buruk. Kakak ingin pergi meninggalkan saya menuju pelukan perempuan lain. Sebelumnya Kakak memberikan saya sebuah cincin berbentuk kacamata. Di dalam mimpi itu, saya terlihat sabar. Kakak terlihat lebih tampan. Setelah terjaga, saya menangis, Kak.

Kak, seminggu lagi bisakah kita bertemu? Di tepi danau sambil makan bersama. Saya ingin sesekali berfoto bersama Kakak. Oh iya, perasaan Kakak masih sama tidak sih? Saya takut Kakak sudah memiliki perasaan lain kepada perempuan yang lebih baik dari saya.

Kak, saya tidak tahu hingga kapan saya bisa bersabar menunggu. Menanti. Yang mungkin tidak terlalu pasti. Oh iya, Mama bilang kamu ganteng, Kak. Jadi nanti kamu tidak perlu khawatir jika ingin ke rumah menemui saya.


Kak, bisakah sekarang Kakak berada di samping saya? Saya ingin memeluk dan mencium Kakak, sebentar saja.

2 komentar

Write komentar
Ratri Purwani
AUTHOR
16 September 2014 18.30 delete

Mpok, selamat ya mpok dapet Liebster Award dari gue, mihihiiii...manggaaa...
http://ratrispensieve.blogspot.com/2014/09/the-liebster-award.html

Reply
avatar