ANJING !

19.24 2 Comments A+ a-


ANJING! Mereka memanggil saya ANJING! Kata mereka, nama saya ANJING! Namun ada juga yang menyebut binatang sesama ANJING lainnya dengan nama-nama cantik dan catchy. Bleki, Siro, Spike, Hachiko, Heli, dan lain-lain. Sialnya saya tidak memiliki nama-nama seperti itu. Mungkin karena saya tidak bertuan sehingga tetap dipanggil ANJING!

Saya selalu melolong di tengah malam. Bukan tanpa alasan, justru itulah cara saya untuk mengusir sepi. ANJING-ANJING liar lainnya terkadang menghampiri saya. Hey, ANJING ! Untuk apa kamu melolong di tengah malam ? Ingin membuat suasana terasa seram ? Ingin memamerkan suara bak penyanyi kelas dunia ? Ingin memberikan kode kepada ANJING betina agar mereka bisa kamu kawini ? Sudahlah, ANJING ! Ikut kami berkelana ! Daerah ini tidak aman ! Besok akan ada petugas yang akan memburu kita ! Mereka panjang lebar berkata kepada saya.


Saya selalu menolak ajakan gerombolan ANJING itu. Saya bilang, saya akan setia menjaga daerah ini. Siapa tahu induk saya kembali kesini dan memberikan teteknya kepada anaknya ini, anaknya yang haus akan air susu ANJING. Ya, saya memang sedang merindukan dan mengharapkan Ia kembali kesini. Tentunya bersama ANJING-ANJING lainnya yang seinduk. Entah mereka sedang berada dimana. Mungkin memang benar bahwa mereka telah ditangkap oleh petugas yang senang menangkap ANJING. Dasar petugas ANJING !

Oh iya, mengapa saya mengumpat seraya mengucapkan nama saya sendiri ?

ANJING ! Nama saya ANJING ! Manusia senang sekali memelihara ANJING. Mereka juga senang sekali mengucapkan kata ANJING tatkala sedang didatangi amarah dan ketakjuban. Saya tidak mengerti mengapa mereka senang sekali mengucapkan kata ANJING ! Katanya, “Dasar anak ANJING gak tahu diuntung ! Kenapa cuma bisa kasi gue segini ? Lo males-malesan ngamen, ya ?” Ada lagi, “ANJING ! Perempuan ANJING ! Kenapa dia bisa hamil ?” Pernah juga saya mendengar, “ANJING ! Suami ANJING ! Kelakukan udah kayak ANJING ! Tidur mulu sama perempuan ANJING ! ANJING kalian semua !” Atau, “ANJING ! Gue gak nyangka bisa menang taruhan bola ! ANJING, mimpi apa gue semalem ?”


Sederet kata ANJING sering saya dengar. Mengapa saya seringkali disebut oleh mereka ? Apakah tidak ada hewan lainnya yang bisa menggantikan kata ANJING ? Padahal ada jenis binatang lainnya yang lebih lucu dari seekor ANJING. Namun, ah tidak. Tidak hanya ANJING yang sering mereka sebut. Ada juga monyet, babi, bangsat dan bajingan yang sering saya dengar. Namun mereka kalah populer dengan ANJING ! Ah, ANJING ! Mengapa bisa seperti ini ?

Saya pun tidak habis pikir. Mengapa Tuhan menciptakan saya sebagai salah satu binatang yang haram ? Kalau memang haram, mengapa saya diciptakan ? Mengapa saya harus ditakdirkan sebagai salah satu binatang ternajis di muka bumi ini ? Mengapa air liur saya harus mengandung virus sekecil mikroba dan berbentuk pita cair ? Mengapa keberadaan saya ditakutkan oleh malaikat ? Mengapa saya selalu diidentikkan dengan sahabat syaitan ? Mengapa, Ya Tuhan ? Mengapa ? Hidup ini tidak adil ! Saya ingin seperti kucing yang katanya menjadi binatang kesayangan Rasul.  Saya ingin menjadi binatang yang dihalalkan. Saya ingin beberapa kalangan agamis itu tidak takut untuk menyentuh binatang seperti saya. Saya tidak ingin manusia mengumpat dengan menggunakan kata ANJING ! Dasar manusia ANJING ! Mengapa harus ANJING ?

ANJING ! Mereka sering meneriaki kata ANJING ! Terkadang nama saya dibilang Anjir, Anjrit atau Anjrot. Apa bedanya ? Apakah kata-kata itu memiliki tingkatan kasar yang berbeda ? Mengapa kata ANJING harus diubah seperti itu ? Nama saya ANJING ! Bukan Anjir, Anjrit bahkan Anjrot. Ingat, nama saya ANJING !

Jakarta, 14 Desember 2012, Pukul 20.41 WIB
Ketika jiwa saya masuk ke tubuh ANJING !

Sumber Gambar :