Saya Masih Ingat Ketika ...


Saya masih ingat ketika kamu mengajak saya ke sebuah supermarket dan kamu memeluk saya dengan penuh kehangatan...

Saya masih ingat ketika kamu mencium pipi saya di depan pintu rumah tatkala saya sedang memakai sepatu...

Saya masih ingat ketika di suatu pagi saya pergi ke rumahmu dan saya memintamu untuk berbicara jujur...

Untukmu.

Saya masih ingat ketika kita menonton DVD bersama dan kamu mencoba memeluk saya...

Saya masih ingat ketika setiap malam saya sengaja menghubungimu karena rindu yang tidak pernah terbendungkan...


Saya masih ingat ketika kamu menyenderkan kepala di pundak saya di teras rumah sambil menikmati kembang api...


Saya masih ingat ketika di hari Valentine kita kencan di sebuah warung internet dan makan bakmi bersama...

Saya masih ingat ketika setiap waktu kita selalu berhubungan karena kartu yang kita pakai sedang gencar promosi...

Saya masih ingat ketika kamu mengajari saya matematika di rumah dan saya membelikanmu nasi goreng...

Saya masih ingat ketika kita ternyata menyukai sosok yang sama dan kita mulai dekat...

Saya masih ingat ketika kita selalu mengirimkan pesan singkat setiap malam hingga akhirnya kamu mengaku sayang kepada saya...

Saya masih ingat ketika kita sangat jauh dan semakin menjauh...

Saya masih ingat ketika kamu berkata, “Akan ku kejar kamu jika aku telah sukses nanti”

Saya masih ingat ketika kita bertemu di sebuah restoran cepat saji dan kamu memakan waffle yang saya beli...

Saya masih ingat ketika kita berdua menikmati sebuah konser musik bersama...

Saya masih ingat ketika kita berdua menikmati malam minggu di sebuah restoran dan kita berbicara tentang dunia malam...

Saya masih ingat ketika kita pergi ke Monas berdua dan saya mengambil fotomu diam-diam...



Saya masih ingat ketika kita berjalan tidak menentu di Taman Monas lalu melihat beberapa pasangan sedang memadu kasih di balik pohon nan rindang...

Saya masih ingat ketika kamu mengantarkan saya pulang dan Papa saya melihatmu...

Saya masih ingat ketika kita bercengkrama di dunia maya hingga malam hari dan kamu terus menerus merayu saya...

Saya masih ingat ketika saya tidak sengaja melihat sebuah karyamu dan saya langsung terpesona...

Saya masih ingat ketika kita berteman baik dan selalu bercengkrama hingga adzan subuh terdengar...

Saya masih ingat ketika saya tidak bisa menahan perasaan dan saya mengaku sayang kepadamu...

Saya masih ingat ketika kamu meminta saya untuk menjadi pacar maya...

Saya dan kalian pasti pernah merasakan seperti ini.

Saya masih ingat ketika kamu berusaha mencoba menghibur saya saat ulang tahun dan memberikan sebuah kue ulang tahun digital...

Saya masih ingat semua pesan-pesan singkat yang pernah kamu kirim dan hingga sekarang masih saya simpan...

Saya masih ingat ketika kamu meminta difoto berdua dengan saya di rooftop sebuah mal...

Saya masih ingat ketika kamu selalu menghubungi saya di dunia maya...

Saya masih ingat ketika kita berkomunikasi hingga adzan subuh kembali terdengar...

Saya masih ingat ketika kita melakukan kencan pertama di sebuah mal ternama untuk menonton film yang berisi banyak darah berceceran...



Saya masih ingat ketika saya lebih menyukai untuk menatapmu lama daripada menatap layar bioskop...

Saya masih ingat ketika kita berdua saling bercerita di sebuah tempat makan dan melihat sepasang kekasih sedang marah...

Saya masih ingat ketika kita keliling mal dan kebingungan mencari pintu luar....

Saya masih ingat ketika kita berpisah di sebuah halte Trans Jakarta dan perlahan senyummu hilang....

Saya masih ingat ketika kamu menemani saya makan ketoprak dan kamu mulai merayu saya...

Saya masih ingat ketika kita berkeliling kota dengan sepeda ontel dan saya memelukmu dari belakang...

Saya masih ingat ketika kita melihat seorang balita rela dicambuk demi mendapatkan sesuap nasi...

Saya masih ingat ketika saya menyuapimu kerak telor di tengah keramaian muda-mudi di sebuah tempat pariwisata...

Saya masih ingat ketika kamu mengajak saya ke sebuah jembatan dan disana kita memulai menjalin sebuah hubungan...

Saya masih ingat ketika kita main masak-masakan di rumah...

Saya masih ingat ketika kamu mengajari saya bagaimana begini dan begitu...

Saya masih ingat ketika kamu tiduran diatas kaki saya di sebuah warung pinggir jalan dan menggigil kedinginan...

Saya masih ingat ketika malam itu kamu mau mengantar saya pulang dan di sepanjang jalan saya mengeluh sakit...

Saya masih ingat ketika kamu selalu memegang erat tangan saya yang tertidur pulas diatas motor...

"Enak ya dipeluk sama cewe, semalaman pula"

Saya masih ingat ketika saya hanya ingin terus memelukmu sepanjang malam dan kamu memegang tangan saya...

Saya masih ingat ketika pagi itu kamu membelikan saya minyak kayu putih, secangkir kopi, dan kentang goreng di sebuah restoran cepat saji...

Saya masih ingat ketika kamu melihat paha cewe itu selama tujuh kali...

Saya masih ingat ketika kamu rela memberikan jaket yang dipakai karena tidak tega melihat saya kedinginan...

Saya masih ingat ketika di sepanjang jalan saya memelukmu dari belakang dan tidak ingin melepasnya...

Saya masih ingat ketika pagi itu kita saling bermanja-manja...

Saya masih ingat ketika saya menyuapimu makan ayam goreng...

Saya masih ingat ketika untuk terakhir kalinya saya memanjakanmu...

Saya masih ingat ketika saya menangis meraung-raung...

persetan.

Saya masih ingat ketika kamu datang kembali....

Saya masih ingat ketika kamu datang dengan sejuta kasih sayang...

Saya masih ingat ketika saya mencium pipimu saat kamu sakit...

Saya masih ingat ketika kita berjauhan...

Saya masih ingat ketika kita hanya bisa diam...

Saya masih ingat ketika semua tentang kita ternyata sesekali harus kembali diingat...


Bogor, 1 Januari 2013, Pukul 21.10 WIB.